Mei 2025 - Hati-hati Jebakan Free Wi-Fi
CSIRT BKN - Halo sobat BKN, melalui program BKN Monthly Cyber Security Awareness, BKN mengeluarkan peringatan penting kepada masyarakat dan aparatur sipil negara terkait maraknya penggunaan WiFi publik yang tidak aman. Kampanye ini bertajuk “Hati-Hati Jebakan Free WiFi”, dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BKN dalam meningkatkan literasi keamanan siber di lingkungan pemerintahan.
Dalam imbauannya, BKN menekankan bahwa penggunaan WiFi publik yang tidak terlindungi dapat membuka celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk memantau aktivitas digital korban, menyebarkan malware, hingga melakukan pencurian data pribadi. Ancaman ini semakin relevan di tengah mobilitas tinggi masyarakat dan budaya konektivitas instan di ruang-ruang publik seperti kafe, bandara, dan pusat perbelanjaan.
BKN mengidentifikasi sejumlah ciri jaringan WiFi publik yang patut diwaspadai, di antaranya:
Tidak menggunakan kata sandi (open WiFi)
Munculnya iklan berlebih atau pengalihan otomatis ke situs tertentu
Nama jaringan yang sangat mirip dengan jaringan resmi, namun memiliki perbedaan kecil
Peringatan bahwa sambungan tidak aman
Tidak adanya halaman login resmi
Sebagai bentuk mitigasi risiko, BKN menyarankan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat saat mengakses WiFi publik, yaitu:
Selalu verifikasi keaslian dan keamanan jaringan
Gunakan VPN resmi atau berbayar untuk mengenkripsi koneksi
Hindari aktivitas digital yang sensitif, seperti transaksi keuangan atau akses data pribadi
Hanya terhubung ke jaringan yang menggunakan protokol keamanan WPA2 atau WPA3
Gunakan jaringan yang memiliki enkripsi dan kata sandi
Perbarui sistem operasi dan antivirus secara berkala
Kampanye ini juga merujuk pada ISO 27001:2022 Annex 8.20 tentang keamanan jaringan (network security), yang mewajibkan agar seluruh jaringan dan perangkatnya diamankan, dikelola, serta dikendalikan untuk melindungi informasi dalam sistem dan aplikasi.
BKN berharap, melalui kampanye kesadaran keamanan siber ini, seluruh ASN dan masyarakat luas semakin bijak dalam menggunakan jaringan publik, serta mampu mengenali potensi risiko siber yang mengintai di balik kemudahan akses internet gratis. (ris)
