Menggali Potensi CPNS di Saat Pandemi

Oleh :  Ir. Agus Sutiadi

Kepala Kantor Regional 7 BKN Palembang

Seleksi CPNS 2019 saat ini telah memasuki tahap akhir, yaitu pelaksanan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). SKB akan akan memilih peserta terbaik, dari 3 peserta dengan nilai tertinggi pada saat Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Pelaksanaan SKB CPNS 2019 tertunda selama hampir 7 bulan akibat badai pandemic Covid-19 yang melanda dunia. Ketika pelaksanaan SKB belum dipastikan, berkembang rumor bahwa, karena pandemic maka SKB ditiadakan. Isunya akan ada kebijakan yang menetapkan peringkat tertinggi dari suatu formasi, langsung diangkat menjadi CPNS. Entah siapa yang menghembuskan, namun isu ini beredar luas dan cukup merepotkan. Bagaimana tidak, gagasan ini jelas berbenturan dengan aturan yang telah ditetapkan. Seleksi di masa pandemic memang menjadi tantangan tersendiri. SKB dengan metoda konvensional jelas menghawatirkan, karena dapat menjadi klaster penyebaran Covid-19. Bagi SKB yang dilaksanakan dengan daya tampung hanya 100 perangkat, kondisi mungkin pandemic masih bisa dikendalikan. Namun bagaimana dengan seleksi yang dilaksanakan secara masal, seperti SKB yang dilakukan dengan metode cost-sharing. Metode cost-sharing adalah pelaksanaan seleksi yang diselenggarakan secara bersama antara beberapa daerah di satu lokasi. Untuk efisiensi, setiap lokasi menampung peserta sejumlah hing­ga 800 orang dalam satu sesi.Contohnya, 6 Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang SKB nya dilaksanakan di gedung Golden Sriwijaya Palembang, atau di ballroom Hotel BW Luxury Jambi, yang menjadi lokasi untuk 7 kabupaten Kota di Provinsi Jambi.Tantangan dalam pelaksanaan SKB adalah bagaimana mengurangi jumlah pergerakan masa saat pandemic. Tahun ini di seluruh Indonesia ada hampir 300 ribu tepatnya 297.942 orang telah terdaftar untuk melaksanakan SKB. Sebagian dari mereka berasal dari kota atau Provinsi yang berbeda. Belum lagi sebagian berada di negara lain yang saat ini tidak memungkinkan untuk melaksanakan SKB di instansi tujuannya. Sebagai pelaksana seleksi CPNS, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyiapkan pelaksanaan SKB dengan penyesuaian sejak dari hulu kebijakan. Bukan hanya kebijakan pada saat pelak­sa­naan seleksi. Apabila direnungkan lebih dalam, sebenarnya tantangan yang ditimbulkan pandemic dapat diubah menjadi berkah bagi pelaksanaan SKB maupun seleksi CPNS umumnya. Salah satu berkah adalah BKN dipaksa untuk dapat menyelenggaranakan Seleksi CPNS yang bersifat online dengan server terpusat.Tujuannya agar setiap peserta dapat memilih lokasi seleksi di tempat terdekat dari tempat tinggalnya. Cara ini adalah cara efektif untuk mengurangi pergerakan orang saat pandemic. Syaratnya jaringan internet harus memadai dan mumpuni. Seleksi secara online ternyata memberikan berkah lainnya. Pemusatan server serta merta meniadakan server di titik lokasi. Setidaknya ada tiga keberkahan yang timbul. Pertama, Keberadaan server di lokasi seleksi rentan untuk “dimainkan” oleh petugas. Meskipun BKN telah mengantisipasinya dengan membuat pakta integritas, namun tudingan server bisa dimainkan itu tetap ada. Dengan server terpusat, tudingan itu hilang dengan sendirinya. BKN tidak perlu lagi membuat pakta integritas untuk semua petugas.Cukup untuk pengelola server di kantor pusat. Kedua, dari sisi pembiayaan cara ini menjadi lebih efisien. Model server terpusat, menghindarkan biaya pengangkutas sekaligus kerusakan server saat pengangkutan. Ketiga, Pelaksana di lokasi tidak lagi harus mempertanggungjawabkan barang yang pengadaannya dilakukan Pusat. Begitulah kebaikan, Jika niatnya baik maka akan menimbulkan kebaikan-kebaikan yang lain. Penerapan SKB berbasis online dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan uji coba jaringan saat melaksanakan Assesment untuk beberapa pejabat daerah.Selanjutnya ujicoba dilakukan digunakan saat seleksi kompetensi dasar untuk Sekolah Kedinasan di titik lokasi BKN. Di wilayah kerja Kantor Regional 7 Palembang, jumlah peserta SKB sebanyak 17.887.Dari jumlah tersebut 16.026 melaksanakan seleksi di lokasi asal. Ada 889 orang yang melaksanakan seleksi di luar lokasi pendaftaran tetapi masih dalam wilayah kerja Regional 7 Palembang, dan 960 orang melaksanakan seleksi di luar wilayah kerja Regional 7 Palembang.Sebaliknya Kantor Regional 7 BKN Palembang juga menjadi tuan rumah bagi 901 peserta SKB dari instansi lain baik pusat maupun daerah.Dengan data itu, BKN 7 Palembang telah mengurangi 2.850 perjalanan keluar masuk. Ini adalah bukti nyata bahwa SKB CPNS 2019 berkontibusi pada pencegahanan penyebaran Covid 19 karena mengurangi pergerakan manusia secara signifikan. Kebijakan lainnya yang dikeluarkan BKN mengurangi jumlah sesi. Sebelumnya, setiap hari dilaksanakan 5 sesi seleksi, dengan jeda waktu antar sesi selama 30 menit. Jumlah sesi dikurangi menjadi 3 sesi dengan jeda antar sesi selama 90 menit. Dengan system ini otomatis kerumunan dapat dihindarkan karena peserta dari sesi yang berbeda terpisah. Kebijakan strategis lain yang dikeluarkan adalah penggunaa live streaming youtube sebagai media pengumuman hasil. Pengumuman tidak lagi menggunakan layar lebar yang ditempatkan di sekitar ruang seleksi. Kebijakan ini dibarengi dengan pelarangan pengantar memasuki wilayah seleksi. Hasilnya sama sekali tidak ada kerumunan di dalam lokasi seleksi. Untuk menjaga jarak antar peserta lebih dari 1 meter, Kantor Regional 7 BKN Palembang telah mengeluarkan kebijakan untuk memindahkan ruang CAT ke Gedung Serbaguna Jarak antar computer lebih dari 1.5 meter. Adapun ruangan yang semula digunakan untuk CAT dialihfungsikan menjadi ruang registrasi. Pengalihan kedua ruangan ini dilakukan untuk menjaga agar tidak ada pengurangan kapasitas seleksi, sehingga pelaksanaan seleksi dapat tepat waktu. Peserta yang datang diukur suhu tubuhnya dan dipersilahkan masuk langsung ke ruang registrasi.Bagi peserta yang diketahui memiliki suhu tubuh diatas 37,3 derajat Celsius, peserta diberi perlakukan oleh tim kesehatan yang disediakan oleh instansi.Peserta baru boleh melaksanakan seleksi apabila diijinkan oleh tim kesehatan. Peserta dengan suhu tubuh normal, melakukan seleksi bersama peserta lainnya. Sedangkan bagi yang suhu tubuhnya nya masih tinggi, seleksi dilaksanakan di ruang isolasi yang telah disediakan. Apabila ada peserta yang sedang dalam perawatan akibat terpapar Covid-19, intsansi dapat meminta pengunduran waktu pelaksanaan seleksi.Sejauh ini hanya ditemukan 2 peserta yang akan mengikuti seleksi susulan yang dilaksanakan di Kantor Regional 7 BKN Palembang. Peserta seleksi wajib bermasker. Mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ruangan. Sebagian menggunakan faceshield dan bersarung tangan.

Pada ruang CAT juga disediakan hand sanitizer beserta tisuenya di setiap meja. Pemeriksaan badan dilakukan hanya menggunakan metal detector dan tidak ada sentuhan pada tubuh peserta.Sebelum dan setelah seleksi ruangan registrasi dan ruangan seleksi distrerilisasi dengan desinfektan.Semua kegiatan ini diawasi dengan serius oleh gugus tugas Covid-19 dari masing masing instansi. Apresiasi harus diberikan pada Pimpinan BKN dan jajarannya sampai petugas pelaksana tes di lapangan. Pimpinan BKN dapat meyakinkan bahwa tujuan seleksi ini jelas untuk memperoleh PNS yang profesional dan berintegritas. Penerimaan CPNS adalah sedikit dari program pemerintah dengan indikator yang terukur. Program ini bukan sekedar sosialisasi yang menghasilkan buku dan menghabiskan anggaran semata. Indikatornya jelas. Bukan outcome tetapi impact yang jelas buat negeri ini. Seleksi CPNS ditujukan untuk menghasilkan PNS yang profesional dan berintegritas. Dalam pelaksanaanya seleksi CPNS juga harus akuntabel dari sisi penggunaan anggaran. Pada masa pandemic, ukuran keberhasilan seleksi CPNS bertambah, yaitu tidak menjadi klaster baru pe­nye­baran Covid-19.Sebelum berangkat seluruh petugas dilakukan rapid test.Bagi yang non reaktif dapat langsung menuju lokasi. Sementara bagi yang reaktif diwajibkan tes PCR. Hanya petugas yang bebas Co­vid 19 yang dapat bertugas. Hal ini dilakukan semata agar petugas tidak menjadi sumber penular bagi peserta seleksi. Sebelum beraktifitas kembali bekerja dikantor, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan kembali. Hal ini untuk meyakinkan bahwa saat pulang para petugas dalam kondisi sehat.Para petugas BKN berangkat ke titik lokasi dengan semangat yang tinggi. Meyakini bahwa pe­ngorbanan mereka tidak akan pernah sia-sia. Keberanian para petugas untuk melakukan kegiatan di masa pandemic tidak terlepas dari peran pimpinan (leadership) dalam mempersiapkan mental dan spiritual petugas. Pimpinan mendorong setiap petugas untuk menjadi pemberani na­mun tidak ceroboh. Melaksanakan SKB adalah bagian dari pengabdian kepada negara.Allahlah yang akan membalas setiap kebaikan itu.Pada saat yang sama, pimpinan juga memastikan sistem seleksi dipersiapkan dengan baik. Komputer dan jaringan semua telah sesuai dengan spesifikasi yang yang telah ditetapkan. System aplikasi yang mumpuni dan jaringan internet yang selalu tersedia adalah kebutuhan yang telah terpenuhi. Ketersediaan sarana dan prasarana serta pemeriksaan kesehatan menambah keyakinan petugas.Jika sejauh ini tidak ada klaster baru penyebaran Covid-19, Pimpinan BKN dan para petugas meyakini bahwa, ini adalah karunia Allah semata.Ujian selanjutnya adalah apakah BKN adalah lembaga yang bersyukur dengan tetap menjaga protocol kesehatan secara ketat. Atau BKN ingkar dengan mengatakan semua keberhasilan ini adalah karena ilmu dan kemampuan yang dimiliki. Seraya berdoa agar sampai akhir pelaksanaan SKB tidak satupun petugas maupun peserta CAT SKB BKN yang terpapar Covid-19.

Semoga.

 

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Menggali Potensi CPNS di Saat Pandemi, https://palembang.tribunnews.com/2020/09/21/menggali-potensi-cpns-di-saat-pandemi